Friday, November 19, 2010

Kisah Kerbau, Kelawar dan Cacing

Suatu hari Allah SWT memerintahkan malaikat Jibri AS untuk pergi menemui salah satu makhluk-Nya yaitu kerbau dan menanyakan pada si kerbau apakah dia senang telah diciptakan Allah SWT sebagai seekor kerbau. Malaikat Jibril AS segera pergi menemui si Kerbau.


Di siang yang panas itu si kerbau sedang berendam di sungai. Malaikat Jibril AS mendatanginya kemudian mulai bertanya kepada si kerbau,

"Hai kerbau apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kerbau".

Si kerbau menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kerbau, daripada aku dijadikan-Nya sebagai seekor kelawar yang ia mandi dengan kencingnya sendiri".

Mendengar jawapan itu Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor kelawar.


Malaikat Jibril AS mendatanginya seekor kelawar yang siang itu sedang tidur bergantungan di dalam sebuah gua. Kemudian mulai bertanya kepada si kelawar,

"Hai kelawar apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor kelawar".

"Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor kelawar daripada aku dijadikan-Nya seekor cacing. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, berjalannya saja menggunakan perutnya", jawab si kelawar.

Mendengar jawapan itu pun Malaikat Jibril AS segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.


Malaikat Jibril AS bertanya kepada si cacing, "Wahai cacing kecil apakah kamu senang telah dijadikan Allah SWT sebagai seekor cacing".

Si cacing menjawab, "Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikan aku sebagai seekor cacing, daripada dijadikaan-Nya aku sebagai seorang manusia. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal soleh ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya".

Monday, November 8, 2010

Surat Dari Iblis...!!!



Aku melihatmu kelmarin, saat engkau memulai aktiviti harianmu.

Kau bangun tanpa sujud mengerjakan subuhmu

Bahkan kemudian, kau juga tidak mengucapkan "Bismillah" sebelum memulai santapanmu, juga tidak sempat mengerjakan solat Isya’ sebelum berangkat ketempat tidurmu

Kau benar2 orang yang bersyukur, Aku menyukainya

Aku tak dapat mengungkapkan betapa senangnya aku melihatmu tidak merubah cara hidupmu.

Hai BODOH!!! Kamu millikku.

Ingat, kau dan aku sudah bertahun-tahun bersama, dan aku masih belum bisa benar2 mencintaimu .

Malah aku masih membencimu, karena aku benci Allah.

Aku hanya menggunakanmu untuk membalas dendamku kepada Allah.

Dia sudah mencampakkan aku dari syurga, dan aku akan tetap memanfaatkanmu sepanjang masa untuk membalaskannya

Kau lihat, ALLAH MENYAYANGIMU dan dia masih memiliki rencana-rencana untukmu dihari depan.

Tapi kau sudah menyerahkan hidupmu padaku, dan aku akan membuat kehidupanmu seperti neraka.

Sehingga kita bisa bersama dua kali dan ini akan menyakiti hati ALLAH

Aku benar-benar berterimakasih padamu, karena aku sudah menunjukkan kepada-NYA siapa yang menjadi pengatur dalam hidupmu dalam masa2 yang kita jalani

Kita menonton filem 'porno' bersama, memaki orang, mencuri, berbohong, munafik, makan sekenyang-kenyangya , bergosip, manghakimi orang, menghujam orang dari belakang, tidak hormat pada orang tua , tidak menghargai Masjid, berperilaku buruk.

TENTUNYA kau tak ingin meninggalkan ini begitu saja.

Ayuhlah, Hai BODOH!!!, kita terbakar bersama, selamanya.

Aku masih memiliki rencana2 hangat untuk kita.

Ini hanya merupakansurat penghargaanku untuk mu.

Aku ingin mengucapkan 'TERIMAKASIH kerana sudah mengizinkanku memanfaatkan hampir semua masa hidupmu.

Kamu memang sangat mudah dibodohi, aku mentertawakanmu.

Saat kau tergoda berbuat dosa kamu menghadiahkan tawa.

Dosa sudah mulai mewarnai hidupmu.

Kamu sudah 20 tahun lebih tua, dan sekarang aku perlu darah muda.

Jadi, pergi dan lanjutkanlah mengajarkan orang-orang muda bagaimana berbuat DOSA.

Yang perlu kau lakukan adalah merokok, mabuk-mabukan, berbohong, berjudi, bergosip, dan hiduplah se-egois mungkin.

Lakukan semua ini didepan anak-anak dan mereka akan menirunya.

Begitulah anak-anak.

Baiklah, aku persilakan kau bergerak sekarang.

Aku akan kembali beberapa detik lagi untuk menggoda mu lagi.

Jika kau cukup cerdas, kau akan lari sembunyi, dan bertaubat atas dosa-dosamu.

Dan hidup untuk Allah dengan sisa umurmu yang tinggal sedikit.

Memperingati orang bukan tabiatku, tapi diusiamu sekarang dan tetap melakukan dosa, sepertinya memang agak aneh.

Jangan salah sangka, aku masih tetap membencimu.

Hanya saja kau harus menjadi orang tolol yang lebih baik dimata ALLAH.

Wednesday, November 3, 2010

The Exist...

CERITA SQUARE

1st tentang seorg guru thesist(doesn't believe in god) & muridnya..lebih kurang beginilah ceritanya,
he teach primary one student, one day he was thinking about how can he influence the student, then he get an idea..when he enter the class, he face the student..he take a pen then ask the children, "children, can u see the pen?"
"yes teacher, we can see the pen"
"children, does the pen exist?, yes or no"
"yes teacher, the pen exist"
then she throw the pen away then come back to the children & ask,
"children, can you see the pen?"
"no teacher, we can not see the pen"
"does the pen exist?"
"no teacher, the pen does not exist"
...good, then the teacher ask,
" children, can you see God?"
"no teacher, we can not see d God"
"does God exist"
"no teacher, God does not exist"
good,the teacher was smiling, but among the children, there 1 child, very intelligent
he said "teacher, can i say something?"
"yes, come here, say what you want"
then, this child come to the front & stand beside the teacher & address the class
"friend, can you see the teacher?"
then the other children reply "yes we can see the teacher"
"does the teacher exist or not?"
"yes the teacher exist"
"friends, look at him, can you see the teacher's brain"
"no, we can not see the teacher's brain"
"does the teacher has brain"

...........................


THE CREATOR AND THE CREATER


"assume, i am the creator of the pen"
"im manufacture the pen, im made the pen"
"im the creator of the pen"
"then, who the creator?"
"me"
"what is the creation?"
"the pen"
"now, can the pen see me?"
"no, the pen can not see me"
"why?, why the pen can not see me?"
"because , when i make the pen, i make the pen without the sensor to see me"
"the pen can not see me"
"but do I exist?"
"yes"
"can I see the pen?"
"yes"
"but can the pen see me?"
"no"
"can God see us?"
"yes"
"can we see God?"
"no..."
"why? because God created us without a sense to see God"
"just because the pen can not see me, does not mean im not exist"
......................


MONALISA N LEONARDO D VINCI


"who paint monalisa?"
"leonardo da Vinci"
"did you ever see him?"
"no"
"but you believe leonardo d Vinci exist"
"see the monalisa, he painted the monalisa"
"that the prove that leonardo is exist"
"does God exist?"
"then the prove is HE painted the universe, and we are the potrait created by God"

Saturday, October 23, 2010

Zuhud dia. Zuhud kamu dan zuhud kita, bagaimana?

sujudnya dia pada pencipta kerna mengharap redha-Nya, tangisnya dia bukan saja di mata tapi jua di hati jua kerana rasa kehambaan kepada-Nya.


Hassa Basri ditanya :"Apakah rahsia zuhudmu?"


Dijawab :"Aku tahu rezekiku tidak akan diambil orang lain kerana itu hatiku selalu tenang. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, sebab itu aku sibuk mengerjakannya. Aku tahu Allah Ta'ala selalu memerhatikanku, sebab itu aku malu jika Allah melihatku sedang dalam maksiat. Dan aku tahu kematian sudah menungguku, sebab itu aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan Allah Azza Wa Jalla"




Thursday, October 14, 2010

AMARAN!!!...Penyakit Paling Bahaya makin menular!!!


Kalam indah sebagai pembuka bicara kali ini, saya mulakan dengan kesyukaran yang tidak terhingga kerana mengizinkan jari jemari ini untuk terus mencatat kata-kata di ruangan entry blog HELWA PERMADAH kali ini.


Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.


Sesungguhnya betapa Allah mengasihi kita sebagai hamba-Nya yang sering khilaf dalam mengambil keputusan dipersimpangan jalan seperti mana Allah telah berfirman di dalam kitab suci al-Quran:


"maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketaqwaan, sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya."

(asy-Syams : 8-10)


Tidak dinafikan sebagai seorang manusia, kita sering khilaf dan salah sama ada kita melakukannya secara sedar atau tidak sedar, kerana manusia itu diciptakan lemah. Namun, adakah itu akan menjadi jawapan kepada kesalahan(dosa) yang kita lakukan selama berada di atas dunia ini, yang jua dikatakan sebagai persinggahan sementara kita sebelum menuju alam akhirat kelak.


Wanita


Saya yakin, insyaAllah para pembaca pernah mendengar hadith Rasulullah SAW yang mengatakan bahawa di akhir zaman nanti, kita sebagai wanita ini merupakan fitnah! Astaghfirullah...moga kita tidak tergolong di dalam lingkup wanita yang membawa fitnah di akhir zaman. Bila akhir zaman itu? Bukankah sekarang ini dikatakan akhir zaman? Berbagai tanda telah dapat kita lihat dan perhati dari semasa ke semasa.


Couple


Penyakit ini semakin merebak dan dikhuatiri akan membawa kepada bilangan maut yang tinggi dan barangkali lebih tinggi dari penyakit-penyakit berdaftar di bahagian berdaftar penyakit sedunia! Sewaktu H1N1 datang melanda Malaysia dan seluruh dunia, kita teramat takut, siap dikuarintin lagi sewaktu berlangsungnya MHS(Minggu Haluan Siswa) bagi mahasiswa/i pengambilan sesi 09/11. Tapi, penyakit yang sudah sedia teruk dan akan ke peringkat parah, tiada yang peduli. Lebih hairan bin pelik bin ajaib, ini antara penyakit yang sangat suka untuk dijangkiti. Mungkin ubatnya lazat dan enak seperti hidangan termahal dunia, barangkali.


Wanita=Couple


Mengapa hanya wanita yang dikaitkan? Ini tidak adil! Jika tidak ingin dipersalahkan mengapa kita jua yang membiarkan diri dijangkiti penyakit tersebut. Sahabat yang disayangi, penulisan saya ini bukan untuk menunding jari atau menuduh sesiapa yang mula-mula menyebarkan virus couple tersebut, sebaliknya saya hanya ingin mengajak sahabat sekalian untuk kembali sedar. Sedar bahawa kita sedang dijangkiti penyakit paling bahaya! Penawarnya ada tetapi tiada siapa mahu sembuh darinya, bahkan rela merelakan diri hanyut dibawa arus dunia couple! Penawarnya bukan dengan terus di dalam arena couple tetapi di dalam kalam Allah, Al-Quran. Berbaliklah pada ajarannya dan kandungannya.


"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

"Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya(auratnya), kecuali yang biasa telihat..."

(an-Nur : 30-31)



Jodoh


"perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji(pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik(pula)..."

(an-Nur : 26)


Memang kita perlu berusaha, namun adakah dengan bercouple? Mengapa tidak kita cuba untuk menjadi yang solehah/soleh untuk memperoleh yang soleh/solehah pula? Allah Azza wa Jalla hanya menguji kita sedikit dengan kehidupan setengah insan yang masih tidak bertemu pasangannya kerana terlalu menjaga ikhtilat, menguji kita dengan kisah wanita yang masih dara walau usia makin meningkat kerana tidak bergaya di luar rumah, lantas kita rebah dek ujian yang menimpa kerana rasa takut dan berkehendak pada dunia itu lebih tinggi dari kehidupan yang kekal abadi di akhirat sana.


"Dialah yang menciptakan kamu dari jiwa yang satu (Adam) dan daripadanya Dia menciptakan pasangannya, agar dia merasa senang kepadanya..."

(al-A'raf : 189)


"...Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri..."

(ar-Rum : 21)


Hayatilah sahabat ku yang disayangi. Saya menulis bukan kerana saya lebih pandai atau tidak pernah melakukan kesilapan, namun saya menulis kerana kita adalah saudara sesama Islam, walau kita tidak pernah bersua muka namun jalinan kasih yang telah Rasulullah didik dalam hati kita semua menyebabkan saya terdetik untuk mencoret sesuatu disini.

"Dan tetaplah memberi peringatan, kerana sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin"

(az-zariyat : 55)

Monday, October 11, 2010

Coretan untuk Bakal Isteri



Ahmad, an-Nasaie dan al-Hakim meriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : "Sebaik-baik wanita ialah yang menyenangkan seorang lelaki apabila ia melihatnya, yang taat kepadanya apabila ia menyuruhnya dan ia tidak mennyalahi suaminya dengan dengan sesuatu yang tidak menyukakannya pada dirinya dan hartanya."


(Riwayat Muslim)





Seorang isteri melihat kebahagian sebagai matlamat unggul dalam kehidupan bekeluarga. Ia tidak boleh diukur tetapi dapat dirasai. Rasulullah SAW meletakkan isteri yang baik itu sebagai faktor kebahagiaan seorang suami. Dengan perkataan lain, isteri yang solehah akan menjadikan sesebuah rumah tangga itu ibarat syurga yang menenangkan hati sesiapa sahaja yang bernaung padanya. Allah berfirman dalam al-Quran mengenai sifat-sifat seorang isteri yang solehah yang maksudnya :


"Maka perempuan-perempuan yang baik (solehah) itu ialah yang taat (kepada Allah dan suaminya), dan yang memelihara (kehormatan dirinya dan apa jua yang wajib dipeliharanya) ketika suami tidak hadir bersama, dengan pemeliharaan Allah dan pertolongan-Nya."

(an-Nisa' : 34)





Jika dilihat pada zaman sekarang, ramai isteri-isteri yang tidak lagi menghormati suami mereka bahkan cuba untuk berdiri sama tinggi dengan si suami. Akibatnya kerukunan rumah tangga terancam. Kes isteri yang meminta cerai daripada suami bukan lagi perkara luar biasa. Pendek kata, keharmonian rumah tangga semakin lama semakin goyah. Kasih sayang antara satu sama lain semakin tipis. Seharusnya seorang isteri mahupun suami harus sedar kedudukan dan tugas sebenar masing-masing dalam rumah tangga. Kenapa isteri ataupun suami gagal menjadikan pasangan mereka sangat mencintai diri mereka adalah persoalan yang mesti dijawab oleh empunya diri masing-masing. Mudah-mudahan jalan penyelesaian pada masalah yang mengancam keamanan rumah tangga pada hari ini dapat dijawab.





Sebagai perkongsian rumah tangga yang dapat dijadikan contoh layarilah blog "Haruman Mawar"





p/s: artikel dari program Fiqh Munakahat "Aku Terima Nikahnya"

Sunday, September 26, 2010

Wasiat-wasiat Jitu Dari Ibu Yang Bijak

Ada sebuah wasiat yang paling baik di antara wasiat-wasiat yang diriwayatkan dari wanita Arab, iaitu wasiat Umamah binti Al-Harithuntuk puterinya Ummu Iyyas binti 'Auf pada malam majlis perkahwinannya. Dalam wasiatnya dia berkata :

Wahai puteriku, sesungguhnya engkau telah memisahkan dirimu dari lingkungan yang darinya engkau keluar. Engkau telah meninggalkan kehidupan yang darinya engkau berkembang. Seandainya seorang perempuan tidak memerlukan seorang suami, kerana kecukupan dari orang tuanya dan keperluan orang tua terhadap anaknya, maka engkau menjadi orang yang sangat tidak memerlukan suami. Namun wanita diciptakan untuk lelaki dan baginya lelaki tercipta.

Patuhlah kepada suami dengan apa adanya dan mendengar kata-katanya dengan baik disertai ketaatan.

Sentiasalah engkau memperhatikan pandangan mata dan ciuman hidung suami, jangan sampai matanya memandangmu sesutu yang buruk, dan jangan sampai dia mencium darimu melainkan wangi yang paling sedap.

Sentiasalah engkau memeperhatikan waktu tidur dan makannya, kerana kelaparan akan membuatnya garang dan kekurangan tidur akan membuatnya mudah marah.

Jagalah hartanya dan peliharalah keluarga dan anak-anaknya. Adapun hal terpenting berkaitan dengan hartanya adalah mengaturnya dengan baik dan yang berkaitan dengan anak-anaknya adalah memelihara mereka dengan baik.

Jangan sekali-kali melanggar perintahnya dan jangan menyebarkan rahsianya, kerana bila engkau melanggar perintahnya, maka engkau mengkhianati amanatnya. Dan jangan sekali-kali engkau bersukacita di hadapannya bila dia sedang bersedih, dan jangan pula engkau menampakkan kesedihan dan wajah masam ketika dia sedang gembira.

Monday, September 20, 2010

Kaki dan kain kita wahai kaum hawa...

Apakah engkau pernah mendengar berita Ummu Salamah ra salah seorang isteri Rasulullah SAW saat ia mendengar suaminya bersabda :

Barangsiapa yang menyeret kainnya kerana sombong, maka Allah tidak akan
memandangnya pada hari qiamat nanti.

Ummu Salamah bertanya : "Bagaimanakah kaum wanita harus berbuat terhadap hujung kainnya?" Rasulullah SAW menjawab :

Hendaklah mereka menjulurkannya sejengkal

Ummu Salamah bertanya lagi : "Bagaimana jika terlihat mata kakinya?" Rasulullah SAW menjawab :

Maka hendaklah mereka menjulurkannya sehasta dan tidak boleh lebih.

Saturday, September 18, 2010

Selamat Kembali...

Salam kemenangan SYAWAL buat semua mahasiswa/i Universiti Malaya...
Diharapkan moga Ramadhan yang berlalu tidak hanya tinggal kenangan tanpa dikutip ibrah dan peringatan darinya. Diharapkan jua, syawal dan bulan-bulan yang mendatang akan kita isi dengan ibadah kepada-Nya...semoga bertemu Ramadhan akan datang.
Selamat kembali semula ke Universiti Malaya dan Selamat Belajar...

Friday, September 17, 2010

Marah menjadi Reda...

Ada seorang pemuda yang sangat pemarah. Dia tidak dapat mengawal kemarahannya walaupun ianya hanya satu masalah kecil sahaja. Pada suatu hari, bapanya telah menghadiahkannya dengan seguni paku. “Untuk apakah paku-paku ini ayah?” tanya pemuda tersebut. “Setiap kali kamu marah, kamu pakulah tembok batu di hadapan rumah kita ini, bagi melepaskan kemarahan mu” jawab ayahnya.

Pada hari yang pertama sahaja, pemuda itu telah memaku sebanyak 37 batang paku pada tembok batu tersebut. Selepas beberapa minggu, setelah dia dapat mengurangkan kemarahannya, jumlah paku yang digunakan juga berkurangan. Dia mendapati, adalah lebih mudah mengawal kemarahannya dari memukul paku menembusi tembok batu tersebut. Akhirnya tibalah pada suatu hari, dimana pemuda tersebut tidak marah, walau sekali pun. Dia pun memberitahu ayahnya mengenai perkara tersebut dengan gembira. Bapanya mengucapkan tahniah dan menyuruh dia mencabut kembali paku itu satu persatu, pada setiap hari yang ia lalui tanpa kemarahan. Hari berganti hari, dan akhirnya dia berjaya mencabut kesemua paku-paku tersebut. Pemuda tersebut lantas memberitahu perkara tersebut kepada bapanya dengan bangganya.

Bapanya lantas memimpin tangannya ke tembok tersebut dan berkata “Kau telah melakukannya dengan baik, anakku, tetapi lihatlah kesan lubang-lubang di tembok batu tersebut, tembok itu tidak akan kelihatan sama lagi seperti sebelumnya. Bila kau menyatakan sesuatu atau melakukan sesuatu ketika marah, ianya akan meninggalkan kesan parut dan luka, sama seperti ini. Kau boleh menikam seseorang dengan pisau dan membunuhnya. Tetapi ingatlah, tak kesah berapa kali kau memohon maaf dan menyesal atas perbuatam mu, namun lukanya masih tetap ada. Luka di hati adalah lebih pedih dari luka fizikal."

DIWANI 09